Wadah Persatuan dan Dialog, Rumah Kebangsaan Hadir di Papua Barat Daya

0
WhatsApp Image 2026-04-09 at 17.05.02 (1)

Gapurarakyat.com, SORONG – Launching Rumah Kebangsaan Provinsi Papua Barat Daya berlangsung dengan khidmat di Sekretariat Rumah Kebangsaan, Kilometer 10 Matamalagi, Kecamatan Sorong Utara, Kota Sorong. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar elemen masyarakat dan aparat keamanan demi menjaga stabilitas daerah.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, di antaranya perwakilan Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya, Muhammad Salim Nurlily, serta sejumlah pimpinan organisasi kemahasiswaan seperti Raymond Yekwan, Jufran Rumadaul, Abdul Kadir Loklomin, Yance Yesnat, Aca C. Brin, serta Samran Palapa Adji.

Dalam sambutannya, Raymond Yekwan menyampaikan bahwa Rumah Kebangsaan merupakan program resmi yang diinisiasi oleh Kapolri dan diturunkan kepada kelompok Cipayung di setiap provinsi. Program ini bertujuan membangun kolaborasi antara organisasi kemahasiswaan dan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa Rumah Kebangsaan diharapkan menjadi wadah diskusi strategis untuk merespons berbagai isu yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Sementara itu, AKBP Muhammad Salim Nurlily menyampaikan apresiasi atas terbentuknya Rumah Kebangsaan sebagai ruang dialog dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, kehadiran Rumah Kebangsaan menjadi simbol persatuan, sekaligus sarana untuk merawat kebhinekaan dan memperkuat toleransi di tengah masyarakat Papua Barat Daya, khususnya di Kota Sorong.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan stabilitas daerah dapat terus terjaga guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Rumah Kebangsaan diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan positif demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Rumah Kebangsaan Provinsi Papua Barat Daya, kemudian ditutup dengan doa bersama. [Rzl]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *